Showing posts with label Tips and Trik. Show all posts
Showing posts with label Tips and Trik. Show all posts

Monday, September 26, 2011

Cara Honda Meningkatkan Efisiensi Kerja Mesin Matik 125cc

Cara kerja Idle-Stop pada Hona PCX yang menggunakan mesin 125cc
Honda akan meningkatkan efisiensi kerja mesin 125cc yang digunakan pada Matik yang dipasarkan secara global pada tahun 2012. Caranya, dengan menurunkan gesekan, antara lain dengan menggunakan teknologi silinder off-set dan piston off-set dari titik tengah poros engkol (crankshaft). Dengan metode ini, Honda mengklaim bisa membuat konsumsi bahan bakar makin irit 25%.

Selanjutnya, kinerja pembakaran ditingkatkan dengan merancang ulang penghubung saluran isap dengan ruang bakar plus mengoptimalkan kerja sistem pengapian. Selanjutnya, kinerja teknologi Idle-Stop (ACG Starter) makin halus dan mulus. Transmisi CVT yang menggunakan sabuk atau beltkaret dibuat makin elastis.  

Komponen lain yang dipermak adalah roller rocker arm (lengan pelatuk katup) dikontrol dengan baik sehingga mengurangi gesekan selama mesin bekerja. Juga untuk pertama kali Honda menggunakan bantalan (bearing) jarum tipe shell untuk as lengan pelatuk katup.

Radiator

Perubahan lain adalah memperbaiki kinerja inti radiator sehingga kemampuan kinerja 1,5 kali lebih baik dari yang digunakan sekarang. Hal tersebut diperoleh karena ukuran kipas makin kecil, bobotnya juga makin enteng. Kipas yang dipasang di belakang radiator menurunkan gesekan 30 persen dibandingkan pada mesin yang sama dan digunakan sekarang ini.  

Kapasitas oli juga dikurangi 20 persen dengan memodifikasi rumah transmisi. Kerugian oli juga bisa dikurangi. Bantalan untuk setiap poros transmisi dirancang sesuai dengan beban yang diterimanya sehingga mengurangi gesekan 20 persen saat melaju pada 50kpj.

penjelasan lain :

Perbedaan cara kerja sistem starter ACG yang digunakan pada mesin dengan Idle-Stop (kiri) dan tipe konvensional (kanan)

CVT ditingkatkan efisiensi dnegan menggunakan sabuk karet yang sangat elastis
sumber : kompas

Friday, September 9, 2011

Cara Menggunakan Engine Brake

detail berita
Dalam dunia Otomotif istilah Engine Brake sudah akrab ditelinga kita. engine break merupakan cara pengereman dengan memanfaatkan kekuatan mesin. jadi kita tidak perlu menggunakan rem kaki untuk menghentikan laju kendaraan.

Engine brake dapat dilakukan dengan cara mengurangi kecepatan dengan cara mengurangi persneling secara beruntun. Cara ini terbukti efektif jika anda terpaksa harus mengurangi kecepatan kendaraan secara spontan akibat sesuatu hal.

Jika dilakukan dengan cara-cara yang benar, cara ini termasuk salah satu perawatan kendaraan yang tidak membutuhkan biaya. Manfaat yang bisa diperolah dari penggunaan engine braking adalah bisa menghemat kanvas rem.

Cara yang benar untuk melakukan engine brake dengan menggunakan kendaraan dengan transmisi manual adalah apabila tuas transmisi sedang berada pada posisi gear lima janganlah langsung memindahkannya ke posisi gear tiga.

Sebaiknya perpindahan gear dilakukan secara teratur, misalnya dari posisi kelima lalu keempat kemudian ketiga dan seterusnya. Jika memaksakan perpindahan gear secara tidak teratur atau melompat, akibatnya akan merusak mesin dan gigi transmisi akan cepat rompal..

Mobil bertransmisi otomatis juga dapat melakukan cara ini. Terutama ketika melewati jalanan menurun. Caranya, pindahkan tuas transmisi dari posisi 'D' ke posisi '2'. Jika masih kurang terasa efek pengeremannya, pindahkan tuas transmisi ke angka '1'. Namun hati-hati, bila salah penerapannya pedal rem akan terasa bergetar. Hal ini terjadi akibat fungsi cakram pada roda depan bekerja tidak merata. 

Tips Memulihkan Kendaraan Setelah di Pakai Mudik


Saat mudik kita pasti menempuh perjalanan yang sangat jauh, terkadang membuat performa mobil mengalami sedikit penurunan. Lalu, kiat apa saja yang harus dilakukan untuk memulihkan kendaraan Anda?
Pertama, periksa kondisi keselarasan kaki-kaki mobil. Cara yang paling mudah dan efisien adalah dengan melakukan wheel alignment, spooring dan balancing,  jika diperlukan

Kedua, periksa kembali kondisi mesin. Lakukan kiat yang sama seperti ketika Anda bersiap untuk liburan. Tetapi, kali ini beri perhatian ekstra pada kondisi air radiator. Biasanya pada mobil yang telah menempuh perjalanan jauh, terjadi perubahan warna pada air radiator. Bila terdapat air radiator yang keruh, kuras dan ganti seluruhnya.

Ketiga, periksa ulang kondisi ban. Lebih baik lagi dirotasi. Perhatikan pula keausan telapak ban, jika mendapati telapak ban yang tidak rata, maka ada dua indikasi yang terjadi. Yang pertama akibat tekanan udara ban yang berkurang dan kedua karena menurunnya kinerja suspensi.

Keempat, periksa kondisi saringan udara. Bersihkan dengan prosedur yang sesuai dengan karakteristik saringan udara mobil (beberapa mobil mengadopsi filter yang dapat dicuci dengan air sabun, alkohol, ataupun oli khusus).

Kelima, cuci mobil, lalu lihatlah bagian kolong mobil untuk memastikan semuanya bersih dari kotoran yang menimbulkan korosi.

Saturday, August 27, 2011

Tips Aman Mudik Lebaran



Mudik merupakan tradisi yang sangat ditunggu-tunggu menjelang hari raya Idul Fitri. Jutaan warga akan meninggalkan rumahnya agar bisa bertemu sanak saudara di kampung halaman.

Bagi Anda yang memilih mudik menggunakan kendaraan pribadi, mudik akan diwarnai dengan kemacetan panjang. Karena itu ada baiknya Anda memperhatikan beberapa tips dari Kementerian Kesehatan. Berikut tipsnya:

1. Siapkan mental, fisik yang sehat dan prima sebelum mudik


2. Periksa kelayakan kendaraan
3. Jangan lebihi muatan. Bawalah barang seperlunya dan sesuai dengan kapasitas kendaraan.
4. apabila anda di perjalanan kelelahan, beristirahatlah selama 4 jam sekali.
5. Jangan memaksakan diri bila lelah atau mengantuk
6. Disiplin dalam mengemudi dan patuhilah rambu-rambu lalu lintas
7. Hindari obat-obatan atau minuman keras
8. Manfaatkan posko kesehatan yang tersedia

Bagi Anda yang akan mudik menggunakan sepeda motor, ada baiknya dipertimbangkan lagi. Sebab, risiko kecelakaan sepeda motor sangat tinggi. Perjalanan ratusan kilometer membuat tubuh sangat lelah, sehingga rawan bersenggolan dengan pengendara lain, dan akibatnya fatal.

Tuesday, August 16, 2011

Tips Mudik Menggunakan Kendaraan Matik




Mudik sudah menjadi tradisi rutin pada saat Hari Raya Idul Fitri. Bagi yang melalui jalan darat, mudik bisa menggunakan kendaraan umum, kendaraan pribadi.


Mudik lebih enak jika kita menggunakan sepeda motor. Alasannya sederhana, selain hemat biaya, mudik menggunakan motor juga lebih efisien dan bisa menghindari kemacetan.


Nah, bagi Anda yang memilih mudik menggunakan motor matik, ada baiknya memperhatikan beberapa aspek. Sebab, pacuan ini tergolong istimewa ketimbang besutan biasa, macam bebek dan sport. Misalnya mesin penggerak yang menggunakan transimisi CVT.





Berikut Tips bagi yang menggunakan Kendaraan Matik :


pertama, cek dan lihat belt dan roller.komponen ini Sebagai bagian penggerak atau penghubung antara puli depan dan belakang, sebaiknya belt tidak boleh getas. Jika getas, risiko putus dan slip juga bisa terjadi. Selain mengecek keausan roller, penyesuaian berat roller yang akan dipakai juga harus disesuaikan.


Kedua, Saat mudik sebaiknya pakai ukuran Ban standar saja. Risiko pelek peyang akibat menghantam lubang pun jadi minim. Karena dengan profil ban yang lebih tinggi, efek benturan masih bisa diredam lebih baik.


Ketiga, penggantian oli girboks memang tidak secepat oli mesin. Tapi, setidaknya lakukan penggantian oli girboks sebelum mudik. Kemudian mengecek kekencangan baut dan mur, terutama mur roda belakang. Hal ini agar ban tidak goyang saat motor sedang dipacu.


Keempat,  pastikan sistem kopling dalam kondisi baik. Mulai dari ketebalan kampas kopling masih dalam batas normal. Jangan sampai kopling mulai aus tapi dipaksakan berjalan. Sebab, akan timbul selip karena kampas tidak mampu menekan mangkuk kopling sempurna.


Terakhir, cek seluruh kondisi motor dan lakukan servis sebelum dibawa mudik. Terpenting, gunakan helm serta pelindung lainnya, termasuk kaca spion. Hal ini untuk meminimalisir risiko jika terjadi kecelakaan. 





Dikutip dari berbagai sumber

Monday, August 15, 2011

Tips Menyewa Mobil Buat Mudik Lebaran






Saat mudik Lebaran tiba, banyak di antara Anda yang memilih jalan darat sebagai sarana transportasi dan menyewa kendaraan sudah menjadi salah satu alternatif  jika kehabisan mendapatkan tiket kereta maupun bus.

Namun, ada hal penting yang perlu jadi pertimbangan pada saat memilih perusahaan yang menyewakan kendaraan. Sehingga bukan saja faktor harga yang menjadi patokan, namun faktor layanan juga patut diperhitungkan, karena akan berpengaruh pada keamanan dan kenyamanan Anda selama menyewa kendaraan tersebut.

Berikut tips jitu dari Astra Rent Car untuk memilih perusahaan sewa kendaaran yang aman dan nyaman saat mudik lebaran:

Pertama, perusahaan sewa harus terpercaya. Mengapa anda wajib memilih perusahan yang terpercaya? Karena tingkat pengalaman dan luasnya servis akan sangat menentukan seberapa handal perusahaan tersebut mengatasi masalah Anda di perjalanan.

Kedua, masalah pelayanan yang diberikan perusahaan itu. Coba lihat fasilitas apa saja  yang Anda dapat, apakah memiliki nomor darurat 24 jam, agar dapat dihubungi jika ada masalah, ketersediaan mobil pengganti,  fasilitas mobil derek, serta jenis asuransi yang diberikan oleh perusahaan tersebut.


Ketiga, pilihlah kendaraan keluaran tahun terbaru untuk memastikan kondisi mesin dan suku cadang. Tentunya jangan lupa untuk melakukan pengecekan terlebih dahulu. Selain itu, lihatlah data historis perawatan kendaraan yang biasanya disediakan oleh perusahaan rental. Pastikan juga ketersediaaan P3K dalam kendaraan, jika sewaktu-waktu Anda memerlukan.

Selain ketiga faktor di atas, akan lebih baik jika dapat menghubungi pusat reservasi, baik secara online maupun call center. Hal ini untuk memastikan bahwa perusahaan yang Anda pilih bisa mempertanggungjawabkan apabila terjadi kerusakan terhadap mobil disewakan.

Sumber : VIVAnews

Kenapa Mobil Berbahan Bakar Bensin Rawan Mogok Saat Melintasi Rel KA??






Kasus kecelakaan di lintasan rel kereta api meningkat dari tahun ke tahun. Bagaimana kecelakaan itu bisa terjadi?  Banyak faktor yang mengakibatkan hal itu. Salah satu penyebabnya, mobil mendadak mogok di lintasan rel.

Kenapa bisa terjadi?

Mogoknya mobil terjadi akibat daya magnetik yang terdapat pada rel kereta api. Daya tarik magnet timbul karena adanya gesekan antara roda kereta dan rel.

Roda kereta api umumnya dari baja berjenis ferritic. Baja jenis ini mempunyai medan magnet  yang sangat kuat -- medan magnetnya terkuat ketimbang jenis baja lainnya. Pemilihan baja ini agar kereta melaju stabil.

Kendaraan yang rawan mogok, biasanya adalah kendaraan yang berbahan bakar bensin, sedangkan yang berbahan bakar solar, tidak akan berpengaruh. Sebab, beberapa kendaraan berbahan bakar bensin masih menggunakan platina dan CDI. Saat terkena medan magnet besar, pengapian CDI ini akan terpengaruh, sehingga mesin bisa mati.

Lantas, bagaimana agar bisa terhindar dari masalah seperti itu? Berikut tips dari Kepala Humas Daerah Operasional I Jabodetabek PT Kereta Api, Mateta Rizalulhaq:

Pertama, bila kendaraan tiba-tiba mogok di atas rel, dorong kendaraan Anda dari rel. Setelah itu, baru Anda mencoba menghidupkan mesin kembali.


Kedua, lihat kiri dan kanan,  bila ada kereta mau lewat, hentikan kendaraan Anda. 


Ketiga,jangan berebut dengan kendaraan lain. Yang lebih penting, tambah putaran mesin setiap kali melintasi rel KA.

Sumber :  VIVAnews



Tips Mengemudi Saat Malam hari






Mengemudi saat malam hari sangat rentan terjadi kecelakaan, apalagi jika kondisi jalan yang gelap akibat mininya penerangan lampu jalan. Seperti peristiwa maut yang terjadi belum lama ini, di mana dua siswi SMU 28 Jakarta, tewas akibat kecelakaan usai mengikuti kegiatan Sahur On The Road (SOTR) Sabtu kemarin.


Nah, bagi Anda yang ingin mengemudi di saat malam hari atau kondisi gelap, ada baiknya untuk memperhatikan beberapa aspek keamanan agar tidak terjadi kecelakaan yang merenggut nyawa Anda. Berikut tips dari Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar  Polisi Royke Lumowa kepada VIVAnews.com, Senin 15 Agustus 2011.

Pertama, pastikan kondisi lampur besar, lampu kecil, sein, dan lampu rem dalam keadaan baik. Komponen penyinaran yang prima akan membantu perjalanan Anda, selain memudahkan kendaraan lain untuk melihat keberadaan mobil Anda. Jangan lupa membawa bohlam dan sekering cadangan.


Kedua, bersihkan kaca-kaca jendela dan kaca lampu. Kaca jendela yang kotor bisa membiaskan cahaya yang menyilaukan. Sementara kaca lampu yang kotor menghalangi efektivitas sorotan cahaya. Apabila lampu jalan membuat mata silau, manfaatkan sun visior sebagai penghalang.


Ketiga, jangan biarkan mata terus menatap ke depan. Gerakkan ke berbagai arah agar tetap terjaga. Untuk mencegah mata silau kerena sorotan lampu mobil dari arah berlawanan, palingkan sesaat mata, lalu beri sinyal dengan menyalakan lampu ‘dim’ agar pengemudi mobil di depan mematikan lampu besarnya. Jangan ikut menyalakan lampu besar, karena akan memperburuk keadaan.


Keempat, atur kecepatan dan perhatikan marka jalan, tapi jangan menatapnya langsung agar konsentrasi tidak terpecah. Jangan mengemudi terlalau kencang saat malam hari, belum tentu kondisi fisik Anda fit dan memiliki respon yang cepat saat menghadapi situasi tak terduga.


Terakhir, beri jarak dengan mobil depan, agar Anda memiliki waktu bereaksi saat terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. 

Sumber : VIVAnews




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...